Sabtu, 24 Maret 2012

Cintailah produk lokal ^_^





Mana yang lebih menarik? Jika kau disuruh membeli diantara keduanya, mana yang akan kau beli?

Sebelum saya masuk ke pertanian, saya tentu akan memilih yang no. 2 karena tampilannya lebih menarik. Tapi kini saya mulai mencintai produk lokal, yah memang "rumput tetangga selalu lebih bagus". Terkadang kita lebih bangga kepada hal-hal yang berbau impor, karena kualitasnya lebih baik. Tapi tak selamanya impor itu selalu lebih baik dari produk lokal.

Berikut adalah berita yang saya kutip ;

Dinas Kesehatan kota Cilegon, Banten menemukan Jeruk, buah impor asal China yang positif mengandung formalin. Jeruk tersebut di dapatkan dari salah satu supermarket di kota Cilegon.

Kepastian adanyan zat formalin yang berbahaya bagi kesehatan itu diketahui setelah dinas kesehatan melakukan pengujian kulit dan isi jeruk di laboratoriun kesehatan, Serang, Banten.

Edi Susanto, Store Manager Toko Buah ‘Total Buah Segar’ di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, tak menampik kalau buah-buah impor yang beredar di Tanah Air banyak mengandung bahan pengawet jenis formalin. “Biasanya buah yang rentan formalin itu buah impor dari USA (Amerika Serikat) dan China seperti apel, anggur, jeruk, dan pear,” katanya saat ditemui Pos Kota, Sabtu (28/1).

Untuk melihat apakah buah itu mengandung formalin atau tidak, bisa dilihat dari ciri pada buah. “Biasanya buah yang mengandung formalin itu warnanya keputihan dan sedikit licin,” jelasnya. Penampilan buah jauh lebih menarik.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan Badan Karantina Kementerian Pertanian, Arifin Tasrif mengeluarkan pernyataan mengejutkan. “ Buah impor mengandung formalin. Indonesia menjadi keranjang sampah, “ katanya.

Menurut Arifin, buah impor yang tidak layak konsumsi akibat kandungan bahan kimia berbahaya membanjiri pasar dalam negeri. Sekitar 800 ribu ton buah yang tidak laku di negara lain dengan leluasa masuk ke Indonesia melalui jalur resmi maupun jalur tidak resmi. Bahan kimia berbahaya seperti formalin dan zat pewarna tersebut sengaja dicampurkan ke buah. Tujuannya agar buah menjadi lebih awet dan tetap terlihat segar meski sudah dipanen setengah tahun lalu.

Endapan logam dan kandungan bahan kimia yang dicampurkan pada buah impor tersebut sangat berbahaya bagi yang mengkonsumsinya. Karena konsumsi dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Seperti kelainan autis pada anak dan perilaku hiperaktif.

sumber ;http://www.necturajus.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar