Hello, guys! Usiaku memang udah kepala dua, tapi kan bukan usia buat menikah juga sampe kalian menanyakan hal pribadi yang sedikit membuatku sensitif -____-".
Ok fine, saya klarifikasi kalo saya 150% normal. Alasan saya tidak berpacaran mungkin karena PEMALU( Pemain Masa Lalu) haha. Yeah, dulu saya sempat punya cinta monyet (msh bingung kenapa harus monyet? :P), itu sekitar kelas dua SMP, tapi karena ketauan sm bos besar ( Bapak) , alhasil saya dapet siraman rohani. Jika mengenangnya saya sering tertawa sendiri, setelah saya kena marah besoknya saya langsung memutuskan cowok itu. * salah satu bukti kalo saya berbakti kepada orang tua. ^^
Mari kita tinggalkan kenangan itu, kelas dua smp juga saya dekat dengan teman sekelas sampe akhirnya dia pindah ke luar kota. Dan kembali lagi hal itu menjadi kenangan masa remaja. Sekali lagi mari kita tinggalkan cerita lama itu! Setelahmemasuki SMA saya dekat dengan kakak kelas dan berakhir sama seperti kisah sebelumnya, KENANGAN. Meski dia masih mengontak saya sampai sekarang, namun rasa dahulu dengan sekarang berbeda. Yah ibarat baju , bila disimpan terlalu lama maka usang juga.
Wow, sekarang saya sudah kuliah tingkat dua. Ada seorang cowok yang baru saya tahu kalo dia berusaha mengejar bea agar bisa menyusul saya ke IPB. Tapi sayang dia di DIII. SMS atau pun telepon yang saya terima darinya tak pernah meluluhkan hati ini sedikit pun. Sampai akhirnya cerita ini berujung penolakan dari saya. Maaf, karena jujur lebih saya sukai dibanding saya harus memberikan harapan kosong. :)
Cukup ! Mari kita kembali ke masa sekarang. Hari ini disela-sela kuliah, dosen juga berpesan " Saat yang tepat mencari pasangan adalah ketika kalian kuliah. Saat kuliah kalian punya banyak pilihan yang dapat diseleksi. Dan jangan sampai saat ditingkat akhir, Anda berpikir dengan siapa saja boleh asal ada yang mendampingi saat wisuda".
Yah mungkin perkataan dosen itulah yang menjadi ke khawatiran saya :(


Tidak ada komentar:
Posting Komentar